Perjuangan Petugas Sensus SE 2026 di Kaliuling: Terjang Medan Terjal di Sepanjang Sungai Jalur Aliran Lahar Semeru
- Jun 28, 2026
- KIM DEKA
LUMAJANG Sabtu 27/06/2026 — Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Lumajang menyisakan cerita perjuangan yang luar biasa dari para petugas lapangan. Salah satu tantangan terberat datang dari Desa Kaliuling, sebuah wilayah yang terletak di kawasan pesisir aliran sungai lahar Gunung Semeru.
Demi menyajikan data ekonomi yang akurat dan menyeluruh, para petugas sensus harus bertaruh tenaga menerjang medan yang terjal dan berisiko tinggi.
Berikut adalah gambaran perjuangan para petugas di lapangan dalam menembus batas geografis Kaliuling:
Medan Ekstrem dan Akses Terputus
Desa Kaliuling dikenal memiliki topografi yang berbukit-bukit dengan kemiringan yang cukup curam. Situasi semakin sulit karena sebagian aktivitas ekonomi warga berada di sekitar jalur sisa-sisa aliran lahar dingin Gunung Semeru.
Akses jalan yang berupa tanah liat gembur, batuan besar, dan turunan curam membuat kendaraan roda dua biasa seringkali tidak mampu melintas. Akibatnya, para petugas terpaksa berjalan kaki hingga berkilometer-kilometer sambil membawa dokumen sensus dan perangkat digital.
"Akses ke beberapa rumah warga yang berprofesi sebagai penambang pasir tradisional atau berkebun di pinggir aliran sungai lahar sangat menantang. Kami harus menyeberangi jalur aliran lahar yang kering, berkejaran dengan cuaca agar tidak terjebak jika tiba-tiba di hulu hujan," ujar Ahmad, salah satu petugas sensus lapangan.
Mendata dari Sektor Formal hingga Informal
Meski berada di wilayah terisolasi, geliat ekonomi di Kaliuling tergolong aktif. Petugas harus mendata berbagai macam usaha masyarakat, mulai dari:
-
Warung klontong dan penyedia jasa logistik di lereng bukit.
-
Aktivitas ekonomi informal seperti pengepul hasil bumi (kopi, cengkeh, dan pisang).
-
Sektor penambangan material pasir yang memanfaatkan endapan lahar Semeru.
Pendataan ini menjadi sangat krusial. Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah daerah berharap dapat memetakan potensi ekonomi riil masyarakat terdampak bencana, sehingga kebijakan bantuan modal maupun pembangunan infrastruktur pasca-bencana di masa depan bisa lebih tepat sasaran.
Pendekatan Humanis di Tengah Keterbatasan
Kendala di lapangan bukan hanya soal fisik dan medan, melainkan juga jaringan komunikasi yang tidak stabil untuk pengisian data secara online. Menghadapi hal ini, petugas menggunakan sistem hibrida—mencatat secara manual atau menggunakan mode offline pada aplikasi, lalu melakukan sinkronisasi data saat mendapatkan sinyal di pusat desa.
Kepala Desa Kaliuling mengapresiasi kegigihan para petugas dan mengimbau warganya untuk memberikan data yang jujur.
"Kami sangat berterima kasih. Para petugas ini rela turun ke jurang dan naik ke bukit dekat aliran lahar demi memastikan warga kami tercatat. Data ini penting agar program pemerintah ke depan tidak salah sasaran," ungkapnya.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di daerah-daerah ekstrem seperti Kaliuling menjadi bukti bahwa setiap detak ekonomi masyarakat, sekecil dan seterpencil apa pun, memiliki arti penting bagi pembangunan nasional.