Menengok Hangatnya Pelayanan Publik di Desa Kaliuling
- Jun 03, 2026
- KIM DEKA
*KALIULING, [3/06/26]** – Di tengah maraknya keluhan masyarakat terhadap birokrasi yang kaku dan berbelit-belit, Pemerintah Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, justru tampil membawa angin segar. Desa yang terletak di kawasan yang asri ini berhasil mencuri perhatian warganet dan warga sekitar berkat standar pelayanan publiknya yang dinilai penuh dengan keramahan dan ketulusan.
Saat memasuki kantor balai desa, suasana kaku khas kantor pemerintahan sama sekali tidak terasa. Warga yang datang langsung disambut dengan senyum hangat, sapaan sopan, dan barisan kursi tunggu yang nyaman. Tidak ada wajah masam dari para perangkat desa; semuanya tampak sigap membantu keperluan warga.
### Pelayanan Prima Tanpa Membeda-bedakan
Kepala Desa Kaliuling mengungkapkan bahwa keramahan bukanlah sekadar topeng formalitas, melainkan prinsip dasar yang ditanamkan kepada seluruh jajaran perangkat desa.
> "Kami di sini adalah pelayan masyarakat. Warga yang datang ke balai desa biasanya sedang butuh bantuan, entah urusan administrasi yang mendesak atau kendala lainnya. Tugas kami adalah mempermudah urusan mereka dan membuat mereka merasa dihormati," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
>
Sikap ini dirasakan langsung oleh Ibu Sumiati (45), salah seorang warga setempat yang sedang mengurus pembaruan Kartu Keluarga (KK). Ia mengaku terkejut dengan cepat dan ramahnya pelayanan yang diterimanya.
* **Penyambutan Hangat:** Warga diarahkan dengan jelas sejak pintu masuk.
* **Penjelasan yang Sabar:** Petugas menjelaskan persyaratan dengan bahasa yang mudah dipahami, tanpa nada tinggi.
* **Kejelasan Waktu:** Warga diberi tahu dengan pasti kapan berkas mereka akan selesai.
"Dulu kalau ke kantor desa rasanya sungkan dan takut. Sekarang beda sekali. Petugasnya murah senyum, sangat sabar menjelaskan kalau ada berkas saya yang kurang, bahkan dipandu sampai selesai. Rasanya seperti bertamu ke rumah kerabat sendiri," ungkap Sumiati dengan wajah sumringah.
### Inovasi "Jemput Bola" untuk Lansia
Tidak hanya ramah di dalam kantor, perangkat Desa Kaliuling juga menerapkan sistem "jemput bola" bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik, seperti lansia dan penyandang disabilitas. Petugas desa tidak ragu untuk mendatangi rumah warga guna perekaman data atau pengantaran dokumen yang sudah jadi.
Komitmen Desa Kaliuling ini membuktikan bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi atau kemewahan fasilitas, melainkan dari sisi kemanusiaan—bagaimana masyarakat dimanusiakan melalui senyuman dan ketulusan.
Desa Kaliuling kini menjadi contoh nyata bahwa birokrasi tingkat desa bisa tampil humanis, cepat, dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat.