Satu Tekad! Desa Kaliuling dan Puskesmas Tempursari Bersatu Putus Rantai Stunting
- Dec 29, 2025
- KIM DEKA
KALIULING, TEMPURSARI – Pemerintah Desa Kaliuling menggelar musyawarah Rembug Stunting sebagai bentuk komitmen nyata dalam menekan angka gagal tumbuh pada anak. Acara yang berlangsung di balai desa ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kecamatan, tenaga kesehatan, serta ujung tombak penggerak kesehatan masyarakat, yakni kader Posyandu se-Desa Kaliuling.
Sinergi Lintas Sektoral
Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut, Camat Tempursari memberikan apresiasi atas inisiatif Desa Kaliuling dalam memprioritaskan isu kesehatan nasional ini. Beliau menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan butuh keroyokan atau konvergensi antar lembaga.
Turut hadir sebagai narasumber utama adalah Kepala Puskesmas Tempursari beserta Ahli Gizi Puskesmas Tempursari dan jajaran Tenaga Kesehatan (Nakes) lainnya. Kehadiran tim medis ini bertujuan untuk memberikan validasi data serta arahan teknis mengenai pola asuh dan pola makan yang benar.
Fokus Utama Diskusi
Dalam rembug tersebut, beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:
- Analisis Data Stunting: Memetakan jumlah balita yang masuk kategori stunting maupun yang berisiko stunting di wilayah Kaliuling.
- Optimalisasi Peran Kader: Penguatan kapasitas Kader Posyandu dalam melakukan pengukuran berat dan tinggi badan yang akurat.
- Intervensi Gizi: Rencana pemberian tambahan nutrisi bagi keluarga berisiko melalui alokasi Dana Desa.
- Edukasi Sanitasi: Pentingnya akses air bersih dan jamban sehat sebagai faktor pendukung kesehatan anak.
Peran Vital Kader Posyandu
Ahli Gizi Puskesmas Tempursari dalam paparannya mengingatkan para kader agar lebih proaktif dalam memantau tumbuh kembang balita setiap bulannya. "Kader adalah mata dan telinga kami di lapangan. Jika ditemukan gejala awal penurunan berat badan secara berturut-turut, segera koordinasikan dengan Nakes desa agar bisa diintervensi sejak dini," ujarnya.
Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan "Kaliuling Zero Stunting". Dengan adanya rembug ini, diharapkan program-program kesehatan di tahun mendatang akan lebih tepat sasaran dan mampu menciptakan generasi desa yang lebih sehat dan cerdas.